Showing posts with label Software Engineering. Show all posts
Showing posts with label Software Engineering. Show all posts

Sunday, July 25, 2010

Sistem Verifikasi Citra Tanda tangan Berbasis Metode Pola Busur Terlokalisasi

Metode Pola Busur Terlokalisasi ini dikembangkan dari Metode Pola Busur (Arc Pattern Method). Prinsip metode ini adalah sebagai berikut : dua buah titik akhir (end point) masing-masing A dan B dihubungkan oleh busur-busur (Gambar1). Pada gambar tersebut juga dapat dilihat lima buah titik yang berjarak sama ditempatkan di atas busur yang disebut dengan titik karakteristik. Dari Metode Pola Busur tersebut disusun model yang terdiri atas satu atau dua buah titik akhir (end point) dan beberapa titik di antara dua titik akhir. Kombinasi itu menghasilkan model yang banyak sekali, tapi untuk sistem aktual, tidak semua pola model digunakan, karena sangat memperlambat kerja sistem. Masalah ini ditanggulangi dengan mengurangi sebagian pola model yang ada, yaitu dengan melakukan pembatasan


pandangan (lokalisasi permasalahan) pada pola model yang didefinisikan di dalam sebuah bujur sangkar kecil berukuran 5 x 5 kotak. Hanya model-model yang dibentuk oleh titik karakteristik dalam bujur sangkar ini dipergunakan sebagai pedoman untuk membentuk pola model. Metode Pola Busur dengan pembatasan ini disebut dengan Metode Pola Busur Terlokalisasi. Dengan menggunakan sampel tandatangan Indonesia, dari metode ini didapatkan 52 buah pola model yang dikelompokkan menjadi 42 pola model, seperti terlihat pada Gambar 2. Ada beberapa model yang mirip dikelompokkan menjadi satu model, contohnya seperti nomor 33, 34 dan 35 dikelompokkan menjadi satu yaitu model 31. Angka di sebelah kiri atas pola menunjukkan nomor urut pola, sedangkan angka di sebelah kanan atas pola adalah nomor model.





Tahapan Proses Verifikasi
Tahapan dalam proses verifikasi tandatangan, khususnya citra tandatangan menggunakan Metode Pola Busur Terlokalisasi adalah :
  • Akuisisi data (data acquisition)
Diawali pengambilan sampel tandatangan yang akan dipakai dalam sistem verifikasi, baik tandatangan acuan, palsu maupun uji.

  • Prapemrosesan (preprocessing)
Pada tahap ini terdapat proses untuk membuat tandatangan yang telah diakuisisi menjadi file citra tandatangan biner yang siap untuk diekstraksi cirinya.

Thursday, July 22, 2010

Reverse Engineering


Konsep Reverse Engineering sebenarnya merupakan konsep yang telah lama, yakni sebuah proses analisis suatu sistem guna mendapatkan informasi mengenai identifikasi sistem, komponen sistem, dsb yang goalnya adalah menyajikan informasi tsb ke dalam bentuk abstraksi yang lebih tinggi, yakni lebih dimengerti oleh manusia. Nah  yang menjadi menarik adalah ketika beberapa litelatur menyajikan teknik reverse engineering dalam konsep masing-masing dengan segala kelebihan dan kekuranganya. artikel ini saya tulis bersumber pada papper Chih-Wei Lu tentang reverse engineering. paper ini menggambarkan proses reverse engineering dalam empat tahapan yakni : diawali proses context parsing, componenn analyzing, design recovery dan design recontructing, dimana masing-masing proses memiliki fungsi dan tujuan yang nantinya akan berkesinambungan dengan proses selanjutnya. agar lebih jelasnya silahkan baca artikel ini.

Software System telah menjadi bisnis penting bagi banyak perusahaan. Sekarang perusahaan mengandalkan lebih pada layanan yang diberikan oleh perangkat lunak, dan setiap kegagalan layanan ini akan memiliki konsekuensi serius pada operasi bisnis sehari-hari. Sistem ini biasanya besar dan kompleks, serta telah berevolusi selama puluhan tahun. Sehingga system yang demikian dikenal sebagai sistem warisan (Legacy System).

Sistem warisan perlu dipelihara dan dikembangkan karena berbagai faktor, termasuk kesalahan, koreksi, perubahan persyaratan, perubahan aturan bisnis, struktur organisasi yang berubah, dsb. masalah mendasar dalam mempertahankan dan mengembangkan sistem warisan adalah untuk memahami subjek sistem. Namun, sebagian besar sistem warisan tidak didokumentasikan dengan baik. Sebagai sistem yang telah lama dikembangkan kebutuhan untuk dokumentasi yang sesuai dan pemahaman desain asli sangat penting sehingga modifikasi perangkat lunak dapat dibuat dengan benar.

Reverse engineering adalah proses menganalisis sistem subjek untuk mengidentifikasi sistem, komponen dan antar hubungan mereka, dan menciptakan representasi sistem dalam bentuk lain atau tingkat abstrasksi yang lebih tinggi. Reverse engineering melibatkan identifikasi atau recovery dari kebutuhan program dan / atau spesifikasi desain yang dapat membantu dalam memahami dan memodifikasi program. Tujuan utama adalah untuk menemukan fitur yang mendasari sistem, termasuk persyaratan, spesifikasi, desain dan implementasi. Dengan kata lain, reverse engineering itu ditujukan untuk memulihkan dan mencatat informasi tingkat tinggi tentang sistem, termasuk:

·   Struktur sistem - komponen dan antar hubungan mereka, seperti yang diungkapkan oleh antarmuka;
·         fungsionalitas - operasi apa yang dilakukan pada komponen apa;
·         perilaku dinamis - Sistem pemahaman tentang bagaimana input diubah menjadi output;
·   Alasan - desain melibatkan pengambilan keputusan antara sejumlah alternatif pada setiap langkah desain
·         konstruksi - modul, dokumentasi, test suite, dll.

Beberapa tujuan untuk melakukan reverse engineering dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa klasifikasi
  • masalah kualitas (quality issues), seperti penyederhanaan perangkat lunak yang rumit, meningkatkan kualitas perangkat lunak yang mengandung kesalahan, penghapusan efek samping dari perangkat lunak, dll.
  • masalah pengelolaan (management issues), seperti membuat standar pemrograman, memfasilitasi teknik manajemen pemeliharaan perangkat lunak dengan lebih baik, dan sebagainya.
  • Masalah teknis (technical issues), seperti memungkinkan perubahan dalam perangkat lunak, menemukan dan merekam desain sistem,  menemukan dan merepresentasikan model bisnis yang ada dalam perangkat lunak, dll.

Tanpa dukungan Sarana yang tepat, biaya reverse engineering sistem perangkat lunak sangat tinggi. Tools Reverse engineering menyediakan mekanisme untuk ekstraksi data, Penciptaan model, visualisasi, dan penjelasan untuk membantu pemrogram untuk memahami sebuah sistem software.



Powered By Blogger